19 Agu 2026 · Arrentio Team
Road Trip Air Terjun Bali: Sekumpul, Tegenungan, Gitgit, dan Lainnya
Kenapa air terjun itu perjalanan berkendara, bukan tur harian
Air terjun Bali tidak berkumpul di satu area. Tegenungan 20 menit dari Ubud; Sekumpul hampir dua jam lebih ke utara; Gitgit ada di dekat Singaraja, di seberang pegunungan. Tur yang menjanjikan empat air terjun dalam sehari sebagian besar sedang menjual Anda minibus dan waktu duduk yang panjang di dalamnya.
Dengan mobil sendiri, perjalanan ini berjalan berbeda. Anda berangkat pagi, memilih air terjun mana yang diprioritaskan, dan berhenti di titik yang memang layak disinggahi. Sebagian besar lokasi ini punya satu kesamaan: datang sebelum sekitar pukul 09.00 dan tempatnya nyaris milik Anda sendiri; datang pukul 11.00 dan Anda akan mengantre di tangga.
Kelompok selatan: Tegenungan dan Tibumana
Tegenungan adalah air terjun paling mudah dijangkau di Bali — sekitar 20-30 menit dari Ubud, dengan area parkir memadai, tiket masuk, dan tangga pendek untuk turun. Bentuknya lebar dan deras alih-alih tinggi, dan mulai ramai menjelang tengah pagi. Cocok jadi tujuan pertama.
Tibumana, sekitar 30-40 menit di timur Ubud dekat Bangli, lebih sepi dan lebih cantik: satu tirai air jatuh ke kolam dangkal, dengan jalan kaki pendek dan mudah. Jalan aksesnya sempit di beberapa titik.
Tukad Cepung, berjarak serupa ke arah Bangli, berbeda lagi — Anda turun ke ruang batu di mana cahaya menembus dari celah di atas. Datanglah tengah pagi saat sudut cahayanya pas, dan perlu diingat bahwa pendekatan terakhirnya melewati air.
Bagian tengah: Kanto Lampo dan Goa Rang Reng
Kanto Lampo dekat Gianyar berupa air terjun bertingkat di dinding batu, dangkal dan mudah dimasuki. Goa Rang Reng di dekatnya berupa lembaran air lebar di atas lereng batu yang halus. Keduanya sekitar 30 menit dari Ubud, dan cocok jadi perhentian kedua setelah air terjun pertama pagi itu.
Bagian utara: Sekumpul dan Gitgit
Di sinilah perjalanannya jadi serius, dan di sini pula air terjun terbaiknya berada.
Sekumpul, di Kabupaten Buleleng, luas dianggap sebagai air terjun paling megah di Bali — rangkaian curahan tinggi di lembah hutan yang curam. Jaraknya sekitar 2 sampai 2,5 jam dari Ubud. Kunjungannya benar-benar berupa trekking: turun jauh lewat tangga dan jalur setapak, menyeberang sungai, lalu naik lagi dengan jalur yang sama. Sediakan setengah hari, dan jangan rencanakan banyak hal setelahnya.
Gitgit, lebih ke utara arah Singaraja, jauh lebih mudah dijangkau — hanya jalan kaki singkat dari jalan lewat jalur berpaving — dan pasangan alami untuk digabung dengan Sekumpul dalam satu perjalanan.
Air Terjun Kembar Banyumala, dekat Danau Buyan di dataran tinggi Bedugul, adalah pilihan kuat lain di rute utara: turunannya curam, tapi curahan kembarnya indah dengan kolam yang bisa dipakai berenang.
Catatan praktis untuk perjalanannya
- Berangkat pagi. Untuk menghindari keramaian, dan karena hujan sore di dataran tinggi sangat umum.
- Jalan cepat menyempit. Jalan akses ke air terjun utara curam, berkelok, dan kadang hanya satu lajur dengan titik berpapasan. Pelan-pelan saja.
- Uang tunai untuk parkir dan tiket. Setiap lokasi punya tiket masuk kecil dan biaya parkir, dibayar tunai.
- Pakai alas kaki yang benar. Tangga di lokasi-lokasi ini basah dan sering licin.
- Bagi jadi dua perjalanan, atau menginap semalam di utara.
Memesan mobilnya
Untuk trip air terjun, utamakan mobil dengan ground clearance memadai dan rem yang andal — jalan akses dan turunan panjang lebih menentukan dibanding kenyamanan di jalan utama. Cek juga ketentuan depositnya saat membandingkan: banyak listing Bali di Arrentio yang sama sekali tanpa deposit, dan setiap listing asli menampilkan deposit, detail kendaraan, serta status verifikasi agennya di depan.
Pemesanan sudah aktif di Bali. Jelajahi listing mobil terverifikasi dan pesan mobilnya sebelum hari perjalanan, bukan di pagi harinya.
